Kamis, 17 November 2016

Menolonglah meskipun hanya sedikit

Sepulang sekolah Andy, Adit, Yafi, Amira dan Echa belajar bersama di rumah Amira. Andy dan Adit sekolah di sekolah SD Putra Bangsa, sedangkan Yafi, Amira dan Echa sekolah di SD Mentari.

Meskipun berbeda sekolah mereka tetap bisa belajar bersama. Pelajaran yang didapat disetiap sekolah tidak lah berbeda, hanya saja ada perbedaan hari menerima pelajaran tersebut (misal : Andy dan Adit menerima pelajaran Bahasa Indonesia di hari senin, sedangkan Yafi, Amira dan Echa menerima pelajaran Bahasa Indonesia di hari Rabu).

Disaat mereka belajar, ada seorang Bapak-bapak tua memungut sampah (Bapak itu sebagai pemulung) di depan rumah Amira.

Amira berkata kepada temen-temannya “Kasihan Bapak itu, sudah tua masih bekerja, Yuk kita bantu semampu kita, Kita kumpulkan uang seiklas kita”.

Andy, Adit, afi dan Echa pun menjawab serempak “ Yuk, kita kumpulkan sekarang uang kita, semampunya saja, yang penting ikhlas”.

Karena merasa kasihan mereka mengumpulkan sisa uang saku yang diberikan orangtua mereka. Andy dan Adit mengumpulkan uang masing-masing Rp 500,00, Yafi dan Echa mengumpulkan uang masing-masing Rp 1000,00 sedangkan Amira mengumpulkan uang Rp 1.500,00. Jadi total seluruhnya Rp 4.500,00.

Akhirnya uang ang terkumpul itu diberikan kepada Bapak tua tersebut.
“Pak ini uang dari kami, meskipun sedikit tolong untuk diterima ya”.

Bapak itu menjawab “Tidak usah, saya masih sanggup mencari uang sendiri”.

Mereka berkata lagi “ Tidak apa-apa Pak, meski sedikit kami iklas kok, mungkin Bapak bisa gunakan buat tambah beli kue atau minum nantinya”.

Akhirnya Bapak itu mau menerima uang yang telah mereka kumpulkan.

Pesan:
Meskipun sedikit, bantulah sesama yang sekiranya kita mampu untuk membantu. Membantu sesama dalam kebaikan adalah perbuatan sangat mulia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar